Showing posts with label kutipan menarik. Show all posts
Showing posts with label kutipan menarik. Show all posts

Tuesday, August 15, 2017

[Biodata] Demi Lovato, Bullying & Gemerlapnya Di dunia Musik Hollywood

Demi Lovato
Demetria Devonne Lovato atau yang lebih kita kenal sebagai Demi Lovato ini memiliki paras cantik dengan suara emas yang luar biasa. Demi berkewarga negaraan Amerika Serikat, ia lahir di  Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat, 20 Agustus 1992.

Mengapa Daily Mocci mengulas tentangnya? Simak fakta menarik Demi Lovato di bawah ini


Kehidupan Awal
Keluarga - Demi Lovato merupakan anak dari pasangan Dianna Hart De La Garza dan Patrick Lovato. Demi berdarah Inggris, Italia, Irlandia dan Meksiko, wow! Dia memiliki kakak bernama Dallas Lovato dan adik tiri, Madison De La Garza.

Demi Lovato Kecil
Bakat - Demi Lovato memiliki bakat bernyanyi dari ibunya yang ternyata memang bersuara indah, terbukti karena Diana adalah seorang penyanyi Country sekaligus anggota Dallas Cowboys Cheerleaders. Demi Lovato mulai bermain piano saat berumur tujuh tahun dan bermain gitar saat umur sepuluh tahun. Bukan hanya itu, Demi juga mengikuti kelas menari dan akting pada usia tersebut.

Demi Lovato & Bullying
Bullying yang menimpanya - Sebelum Demi Lovato terkenal seperti sekarang ini, pada saat ia masih bersekolah, Demi Lovato sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari teman-temannya. Untuk menghindarinya, Demi Lovato memilih untuk menjalani homeschooling. Pernyataan tersebut ia katakan saat di wawancara oleh Ellen DeGeneres, Demi Lovato menyatakan telah mengalami pengalaman menyakitkan akibat bullying ketika ia kelas tujuh. Ia merasakan bullying yang menimpanya menjadi semakin buruk hingga suatu hari, dalam keadaan frustasi dan tertekan, ia meminta ibunnya untuk memberinya pendidikan homeschooling. Demi Lovato kemudian menjadi juru bicara anti-bullying organisasi PACER dan muncul di Amerika Next Top Model dan CNN untuk berpidato menentang aksi bullying. Pada saat itu Demi Lovato menceritakan hal-hal yang ia terima ketika dahulu ia dibully oleh teman-temannya. Sampai Demi Lovato melakukan hal-hal yang tidak semestinya seperti: melakukan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat sejak usia 8 tahun akibat bullyian yang dialaminya sejak kecil, melukai pergelangan tangannya untuk mengatasi emosi dan depresinya sejak usia 11 tahun.

Bukan hanya itu, dalam sebuah wawancara dengan Fabulous Magazine UK, Demi Lovato menceritakan ia disebut pelacur dan menghinanya gemuk dan jelek. Meskipun seharusnya ia tidak mendengarkan--ungkap Demi Lovato--tapi ucapan pelaku pembullyan terhadapnya itu masuk ke hati dan menyakitkan. Sampai ia menyakini tidak memiliki seorang teman karena fisiknya tersebut. Sejak saat itu, Demi Lovato membiarkan dirinya kelaparan dan Demi Lovato memuntahkan apapun yang ia makan enam kali sehari.
Demi Lovato pernah masuk rehabilitas karena bullying dan eating disorder yang menimpanya.



Demi Lovato menulis sebuah buku yang berjudul Staying Strong: 365 Days a Year pada tanggal 19 November 2013. Buku tersebut memuat seluruh kisahnya dalam menghadapi segala permasalahan pribadi dan obat-obatan. Demi Lovato sering terbuka secara blak-blakkan mengenai dirinya agar semua penggemarnya tidak seperti dirinya.


Karier Seorang Demi Lovato
  • Memulai karier aktingnya pada umur tujuh tahun di TV seri anak-anak Barney & Friend memerankan Angela, ia muncul di season tujuh dan delapan bersama teman lamanya Selena Gomez. Dan inilah yang membuat Demi dan Selena sahabatan sampai sekarang.
  • Demi Lovato & Disney - Sejak dulu, Disney sering bekerja sama dengan Demi Lovato. Terbukti dengan beberapa judul serial dan soundrack Disney yang dibintangi dan diisi suara indah Demi Lovato, seperti Let It Go soundrack Frozen.
  • Ia adalah seorang pekerja keras, terbukti karena ia pernah menyelesaikan 7 buah lagu dalam satu hari meskipun ia menceritakan ia sempat stress karena beban tersebut.
  • Sampai saat ini Demi Lovato memiliki banyak judul album dan single, dan ia juga menyanyikan beberapa soundtrack film.
  • Menjadi juru X-Factor sejak tahun 2012.

Kebiasaan
  • Demi Lovato memiliki kegemaran mengoleksi sepato. Ada lebih dari 50 pasang sepatu, sepatu-sepatu tersebut dibuat oleh para desainer beken seperti Christian Louboutin, Prada dan Docle & Gabbhana.
  • Demi Lovato selalu berdoa sebelum naik ke atas panggung.
  • Setiap ia tidur, laptop akan selalu berada di sampingnya.
  • Demi Lovato adalah seorang vegetarian.
  • Suka manikur dan hantu.

Kebaikan Hati Seorang Demi Lovato
  • Demi Lovato dianugerahi Duta Kehormatan Pendidikan oleh Kemitraan Amerika untuk  Gangguan eosinofilik pada bulan Mei tahun 2009.
  • Demi Lovato sering terlibat dengan banyak program amal.
  • Ia juga menjadi juru bicara untuk bergabung dengan Surge Campaign! DoSomething.Org, yang merupakan kampanye nasional memberdayakan remaja agar mengambil tindakan di masyarakat.
  • Pada tahun 2010 Demi Lovato megumumkan layanan untuk mempromosikan "Be Counted".
  • Pada bulan Oktober 2010, ia diangkat sebagai juru bicara PACER, organisasi anti-intimidasi atau bullying.
  • Menjadi bagian dari "A Day Made Better".
  • Pada Agustus 2013, Demi Lovato pergi ke Kenya pada ulang tahunnya ke-21 untuk berpartisipasi dalam program Free the Children.
  • Dan masih banyak sekali program amal yang diikuti Demi Lovato lainnya.


Moto hidup dan hal yang membedakannya dengan selebritas lainnya
Saya melihat Demi Lovato memiliki banyak sekali hal positif dibandingkan dengan selebritis dunia lainnya. Kenapa? Karena saya menemukan banyak hal pesan positif dibalik nama besarnya.
Bagaimana tidak, moto hidupnya adalah,
Jangan pernah merasa malu dengan apa yang Anda rasakan. Anda memiliki hak untuk merasakan emosi yang Anda inginkan, dan melakukan apa yang membuat Anda bahagia. Itulah moto hidupku. (Never be ashamed of what you feel. You have the right to feel any emotion that you want, and to do what makes you happy. That's my life motto).
Pemulihan adalah sesuatu yang harus Anda kerjakan setiap hari dan itu adalah sesuatu yang tidak mendapatkan cuti. (Recovery is something that you have to work on every single day and it's something that it doesn't get a day off).
Saya pikir bekas luka itu seperti luka perang - indah di dalam sebuah caranya. Mereka menunjukkan apa yang telah Anda alami dan seberapa kuat Anda untuk keluar darinya. (I think scars are like battle wounds - beautiful, in a way. They show what you've been through and how strong you are for coming out of it).

Seorang Demi Lovato mengingatkan kita selebriti dunia juga manusia biasa
Gemerlapnya ranah kancah hollywood membuat banyak orang di dunia ini lupa jika orang-orang yang bekerja di dalamnya adalah seorang manusia biasa. Begitu juga seorang diva, Demi Lovato. Ia mengalami sebagian orang lain rasakan, pembullyan dan intimidasi dari orang lain. Ia menjalani rehabilitasi atas segala permasalahannya tersebut. Tetapi setelah ia keluar dan sembuh, lihatlah betapa tegarnya Demi Lovato dan semakin memuncak tahun demi tahun. Membuktikan ia adalah seorang pejuang.
Kini seorang Demi Lovato tidak hanya dikenal sebagai musisi terbaik dunia dengan karya-karyanya, tetapi seseorang yang menginspirasi banyak orang melalui perjalanan hidup dengan segala caranya untuk sembuh dan tetap bertahan.

Rekomendasi lagu-lagu Demi Lovato
Sebagai tambahan Daily Mocci akan merekomendasikan beberapa judul lagu Demi Lovato yang menarik untuk masuk ke dalam list musik kamu!
  1. Warrior
  2. Neon Light
  3. Let It Go
  4. Give Your Heart a Break
  5. HeartAttack
Oke sekian dulu dari tofik Bio Selebritis kali ini, semoga membawa pengaruh baik dan bermanfaat lainnya terhadap para pembaca Daily Mocci. Terima kasih sudah mampir, silahkan memberikan komenter di bawah artikel untuk semakin menyemangati saya mengupdate hehe.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Monday, May 22, 2017

Kutipan Menarik Dari Novel Committed by Elizabeth Gilbert

Cover novel Committed
Keterangan Buku:
Judul: Committed
Penulis: Elizabeth Gilbert
Penerbit: Qanita
Tahun Terbit: 2011
Penerjemah: Harisa Permatasari


“Tidak ada risiko yang lebih besar daripada pernikahan. Namun, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada sebuah pernikahan bahagia”—Benjamin Disraeli 1870, dalam sepucuk surat kepada putri Ratu Victoria, Louise, mengucapkan selamat atas pertunangannya.


Kalimat tersebut mengawali buku yang ditulis Elizabeth Gilbert sebagai kelanjutan dari novel sebelumnya yang ditulis berdasarkan kisahnya sendiri, Eat, Pray Love.

Elizabeth Gilbert


Pertama-tama saya mau jujur kalau saya belum membaca novel Eat, Pray, Love yang seharusnya saya baca terlebih dahulu sebelum membaca Committed ini, namun saya bersyukur karena Liz menceritakan kembali kisahnya di novel lanjutannya ini hingga saya mengerti inti kisahnya sebelumnya. Meskipun mungkin sedikit membosankan untuk pembaca novel Eat, Pray, Love yang mengetahui kisah secara keseluruhannya.
Kedua, saya masih berusia tujuh belas tahun ketika saya membaca novel ini, meskipun ditahun berikutnya ketika saya menginjak usia 18 tahun dapat menyelesaikan proses membacanya secara keseluruhan. Karena sejujurnya, novel ini berat banget untuk seorang remaja yang baru saja lulus SMA—atau khususnya untuk saya pribadi. Tetapi setelah saya bersabar untuk terus melanjutkan sampai tuntas, tidak ada kekecewaan setelah menyantap novel setebal 486 halaman ini. Huft, senangnya. Banyak hal yang bisa saya pelajaran dari semua pengalaman Liz. Meskipun sebuah ‘married’ belum terbayangkan, ya, masih remaja juga, kok. Hahaha, well, daripada banyak cincong, berikut ini saya rangkum Kutipan Menarik dari novel Committed, let’s check this out!

Menjelang akhir perjalanan itu, aku bertemu Felipe yang tinggal menyepi dan sendirian di Bali selama bertahun-tahun mengobati sakit hatinya sendiri. Yang terjadi selanjutnya adalah ketertarikan, lalu tahap pengenalan yang dilakukan secara perlahan, kemudian, yang membuat kami sama-sama takjub, cinta.

Kami juga sudah menyadari bahwa pernikahan adalah sebuah bangunan yang lebih mudah untuk dimasukki dibandingkan ditinggalkan. Tanpa adanya pagar hukum, kekasih yang tidak menikah bisa mengakhiri sebuah hubungan buruk kapan saja. Namun, kau—orang yang menikah resmi dan ingin melarikan diri dari cinta yang kandas—akan segera mengetahui bahwa ada porsi yang cukup signifikan dari kontrak pernikahanmu yang merupakan milik negara, dan terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama hingga akhirnya negara mengizinkan kepergianmu. Sehingga, kau akan mendapati dirimu terjebak selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dalam sebuah ikatan resmi tanpa cinta yang sudah terasa bagaikan sebuah bangunan yang terbakar.

“Menyerupai cinta, tapi tanpa permasalahan cinta.”—Garcia Marquez.

“Seekor ikan dan seekor burung mungkin saja saling jatuh cinta, tapi di mana mereka akan tinggal?”—peribahasa kuno.

Namun, takdir ikut campur dan menuntut pernikahan dariku, dan aku sudah cukup banyak belajar dari pengalaman hirup untuk memahami bahwa campur tangan takdir terkadang bisa diartikan sebagai undangan yang harus kita hadiri, bahkan meski kita harus mengalahkan ketakutan terbesar kita. Tidak perlu menjadi seorang genius untuk memahaminya jika keadaan memaksamu untuk melakukan satu-satunya hal yang selalu kau benci dan takuti, setidaknya hal ini bisa menjadi sebuah kesempatan menarik untuk tumbuh.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, baru terpikir olehku bahwa mungkin aku menuntut terlalu banyak dalam masalah cinta, atau setidaknya meminta terlalu banyak hal dalam pernikahan. Mungkin aku memuat kargo harapan yang jauh lebih berat di atas perahu pernikahan yang sudah tua dan renyot itu, melebihi dari yang seharusnya sanggup ditanggung sejak awal.

Jika kau sungguh-sungguh menginginkan sebuah masyarakat yang orang-orangnya bisa memilih pasangan mereka sendiri atas dasar rasa suka pribadi, kau harus mempersiapkan diri  untuk hal-hal yang tak bisa kau tolak. Akan ada patah hati; akan ada kehidupan yang hancur.

Sumpah yang diucapkan pada hari pernikahan adalah sebuah usaha mulia untuk melawan kerapuhan ini, untuk menyakinkan diri kita bahwa—sesungguhnya—apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak akan bisa dipisahkan oleh manusia. Namun, sayangnya bukan Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengucapkan sumpah pernikahan itu, manusia (tidak maha kuasa) yang melakukannya, dan manusia selalu bisa mengoyak sebuah sumpah.

Buddha mengajarkan bahwa semua penderitaan yang dialami manusia berasal dari gairah.

Bukankah kita semua menyadari hal tersebut memang benar adanya? Siapa pun diantara kita yang pernah mendambakan sesuatu dan tidak mendapatkannya ( atau lebih parah lagi, mendapatkannya lalu kehilangannya ) paham betul penderitaan yang dibicarakan oleh Buddha. Mendambakan seseorang mungkin merupakan usaha yang paling beresiko. Begitu kau menginginkan seseorang—benar-benar menginginkannya—rasanya seakan-akan sudah mengambil sebuah jarum dan menjahit kebahagiaanmu pada kulit orang tersebut, sehingga perpisahan seperti apa pu akan memberimu luka yang dalam. Satu-satunya hal yang kau ketahui adalah kau harus mendapatkan objek dambaanmu dengan cara apa pun, dan tidak akan terpisahkan lagi. Satu-satunya hal yang bisa kau pikirkan adalah orang kesayanganmu. Tenggelam dalam desakan primitif, kau tidak menjadi dirimu sendiri seutuhnya. Kau sudah menjadi seorang pelayan yang mengabdi pada keinginanmu sendiri.

Seperti inilah rasa kasmaran dimulai. Dan kasmaran merupakan aspek paling membahayakan dari gairah manusia. Kasmaran mengarah pada sesuatu yang oleh para psikolog disebut “pemikiran mengganggu” Kondisi pikiran teralihkan, yang membuatmu tidak bisa berkonsentrasi pada apa pun selain objek obsesimu. Begitu kasmaran menyerang, semua hal lain—pekerjaan, hubungan, tanggung jawab, manakanan, tidur, pekerjaan—jadi tak penting saat kau memupuk fantasi mengenai orang tersayang yang dengan cepat berubah menjadi repetitif, invasif, dan menyita. Kasmaran mengubah susunan kimiawi otakmu, seakan-akan kau mencekoki dirimu dengan candu dan stimulan... dijelaskan oleh Dr. Helen Fisher, seorang antropolog dan ahli kasmaran.

Bersikap rasional dan mantap untuk menghadapi dunia.

Ketika kau kasmaran dengan seseorang, kau tidak sungguh-sungguh menatap orangnya; kau hanya terpesona oleh bayanganmu sendiri, mabuk kepayang oleh mimpi keutuhan yang sudah kau proyeksikan pada orang asing dalam dunia maya. Dalam keadaan seperti itu, kita cenderung memutuskan berbagai macam hal spektakuler mengenai kekasih kita yang mungkin atau mungkin juga tidak benar. Kita melihat sesuatu yang nyaris ilahiah pada diri orang yang kita cintai, bahkan saat teman dan keluarga kita mungkin tidak bisa melihatnya.

Sebuah hubungan yang dilandasi kasmaran adalah sebuah zona tanpa akal sehat, tanpa perspektif dan rasio yang jelas. Freud terang-terangan menggambarkan kasmaran sebagai “penilaian berlebihan terhadap objeknya,” dan Goethe bahkan menggambarkannya dengan lebih baik lagi: “Ketika dua orang saling mencintai, salah seorang biasanya salah tanggap.”

Apakah kedewasaan emosional hanya menghampiri kita melalui pengalaman dan pelajaran dari kegagalan percintaan masa muda?

Aku tidak yakin apakah aku memahami pernyataan yang terus diulang bahwa entah bagaimana kau memegang kendali atas apa yang terjadi di dalam dan di sekitar hubunganmu.

Meskipun hati manusia mungkin memang bisa ditembus oleh gairah tak terkendali, dan sementara dunia mungkin dipenuhi oleh makhluk-makhluk menawan dan pilihan-pilihan menggiurkan lainnya, sepertinya seseorang memang sanggup membuat sebuah pilihan berpandangan jernih yang membatasi dan menngendalikan risiko kasmaran. Dan jika kau mengkhawatirkan “masalah” yang akan datang di dalam pernikahanmu, sebaiknya kau memahami bahwa masalah tidak selalu berarti sesuatu yang selalu “terjadi begitu saja”; masalah sering kali dipupuk dengan ceroboh dalam cawan-cawan kecil yang kita sebarkan di seluruh penjuru kota.

“Lebih mudah dan murah untuk menjaga agar sungai tidak terkontaminasi sejak awal daripada membersihkannya setelah terkena polusi.”—Ayah Liz.

Kau tidak akan pernah bisa menduga kapan bom akan meledak.

Buddha mengajarkan bahwa sebagian besar masalah—seandainya kau memberinya waktu dan ruang yang cukup—pada akhirnya akan memudar sendiri.

“Jangan pernah menghitung telurmu saat mereka masih ada di dalam bokong ayam.”

Kita semua tahu bahwa orang-orang yang memiliki orangtua bercerai lebih mungkin bercerai suatu hari nanti—sekan-akan perceraian menurunkan perceraian—dan berbagai contohnya tersebar diseluruh generasi.

Semakin muda usiamu saat menikah, semakin besar kemungkinanmu untuk bercerai. Bahkan, kau sangat mungkin bercerai jika menikah muda. Kau contohnya, 2 hingga 3 kali lebih mungkin bercerai jika menikah diusia belasan atau awal 20-an daripada jika kau menunggu hingga berusia 30-an atau 40-an. Alasannya sangat jelas hingga aku ragu-ragu untuk menyebutkannya satu per satu karena takut menyinggung pembacaku, tapi ini dia: Saat masih sangat muda, kita cenderung lebih tidak bertanggung jawab, lebih tidak sadar diri, lebih ceroboh, dan lebih labil secara ekonomi dibandingkan saat kita berusia lebih tua.

Yang bertolak belakang memang  saling menarik, tapi tidak selamanya bertahan.

Nyaris tidak ada hal yang lebih berharga untuk diberikan pada orang lain selain untuk menerima mereka sepenuhnya, mencintai mereka nyaris tanpa memedulikan seperti apa mereka.

“Semua manusia memiliki kekurangan”—Eleanor Roosevelt.

Semakin mandiri secara finansial, seorang wanita akan menikah dalam usia yang lebih tua, itu pun jika mereka memutuskan untuk menikah.

Selain ketidaksetiaan dan penyiksaan, tidak ada yang merusak sebuah  hubungan lebih cepat daripada kemiskinan, kebangkrutan, dan utang.

Uang memberikan masalah tersendiri—tapi uang juga memberi berbagai pilihan.

Yang menyebabkan orang-orang ragu (untuk berkomitmen bukanlah sikap pengecut. Tapi kenyataan pahit.

Perceraian sangat menyebalkan untuk anak-anak, dan hal itu bisa meninggalkan bekas luka psikologis yang susah hilang.

Tabung uangmu, bersihkan gigimu, gunakan sabuk pengaman, dan tetap sehat—dan suatu hari nanti kau akan menjadi seekor burung yang sangat bahagia.

Terkadang kehidupan memang kacau dan gagal. Kita melalukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Kita tidak selalu tahu tindakan apa yang paling tepat.

“Sebuah perceraian mungkin dianggap sebagai sebuah kemalangan, tapi dua perceraian bisa dianggap sebagai tamparan kecerobohan.”—Oscar Wilde.


Pendapat saya secara personal; saya menyetujui dengan opini pribadi dan beberapa kutipan yang Elizabeth tulis dari berbagai pembicara atau seorang tokoh dalam bukunya ini, saya memang belum pernah menikah tetapi saya lahir dari kedua orang tua yang bercerai sejak saya berusia satu tahun. Tetapi saya percaya, “Setiap manusia memang tidak bisa memilih darimana mereka dilahirkan, tetapi mereka bisa memilih masa depan seperti apa yang mereka inginkan.” Saya ingin menganjurkan kepada pembaca untuk terlebih dahulu membaca Eat, Pray, Love sebelum membaca Comitted, dan membaca novel Committed secara keseluruhan dalam keadaan santai. Karena mungkin Anda akan merasa sangat bosan dengan novel ini.


Terima kasih. :)
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Tuesday, May 9, 2017

Novel Klasik: Kutipan Menarik Dalam Novel Emma by Jane Austen

Salah satu cover novel Emma

Keterangan Buku
Judul: Emma
Penulis: Jane Austen
Jumlah Halaman: 757
Penerbit: Qanita
Tahun Pertama Terbit: 1816
Tahun Terbit di Indonesia: 2014
Penerjemah: Istiani Prajoko

Bagi para pecinta baca, khususnya novel klasik, tentu nama Jane Austen sudah tidak asing di telinga para pecinta novel. Sebut saja novel-novel yang ditulis dari pikirannya yang cerdas seperti Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, Mansfield Park, Emma, Northanger Abbey, Persuasion, berhasil memikat pembaca di seluruh dunia. 

Bukan hanya karena unsur dan jalan cerita saja yang menarik dalam setiap karya Austen, tetapi beliau memasukkan banyak pesan moral di dalam bukunya yang bermanfaat dan dapat memotivasi seseorang. Tidak sedikit orang yang menjadikan kutipan dalam novelnya sebagai motto dan pendorong motivasinya yang tentu saja baik dan merubah sesuatu di dalam diri para pembacanya. Dan di bawah ini rankuman kutipan menarik di dalam salah satu karya Jane Auten terbaik, Emma:


“Karena tebakan yang beruntung tak hanya berkaitan dengan keberuntungan, tetapi ada hubungannya dengan bakat.”—Emma.

“Seorang wanita sebaiknya tidak menikah dengan seorang laki-laki hanya karena dia dilamar, atau karena laki-laki itu menyukainya, dan dapat menulis surat yang indah.”—Emma.
“Dia (Harriet) seharusnya tidak dipandang rendah karena kesalahan orang lain dan tidak seharusnya dipandang rendah orang orang lain di sekitarnya.”—Emma.

“Sikap suka pamer pada gadis yang tidak terlalu pintar hanya akan menimbulkan kerusakan. Tidak ada gunanya bagi seorang gadis jika melambungkan harapannya terlalu tinggi.”—Mr. Knighley

“Harriet yang baik, jangan terlalu sensitif terhadap teka-teki ini. Perasaanmu akan ketahuan, jika kau terlalu peka dan terlalu cepat bertindak, dan kelihatannya mengartikannya dengan berlebihan, atau mencari-cari makna yang tersirat di dalamnya. Jangan merasa besar kepala oleh sedikit pujian kekaguman.”—Emma.

“Memang itu masalahnya dengan kita semua, ayah. Separuh penduduk dunia tidak dapat memahami kegembiraan separuh penduduk yang lain.”—Emma.



“Benar, setiap penundaan menyebabkan satu kekhawatiran akan terjadi penundaan lagi.” Mrs. Weston/Miss Taylor.



“Barangkali kita juga harus berhati-hatinya dalam menilai perbuatan seorang anggota dalam keluarga manapun.”—Mrs. Weston/Miss Taylor.



“Emma sayang, dengan perangaimu yang manis itu, jangan mencoba memahami sifat-sifat buruk orang lain, atau menetapkan aturan terhadapnya. Biarkan saja.”—Mrs. Weston/Miss Taylor.


“Sifat Mr. Elton memang tidak sempurna,” jawab Emma, “tapi jika ada tujuan yang hendak dicapai, orang akan memaklumi kelemahannya, dan orang memang akan sangat memakluminya. Jika seseorang beruhasa setengah-setengah, keberhasilannya tentu tidak terlalu baik. Sifat-sifat dan niat baik Mr. Elton patut dihargai.”—Emma.

“Aku menganggapnya orang yang tidak lumrah. Dia pasti sudah belajar untuk merasa lebih tinggi daripada keluarganya dan tidak terlalu memedulikan apa pun selain kesenangannya sendiri, karena selama ini dia hidup bersama orang-orang yang selalu memberinya contoh untuk melakukannya. Tentunya wajar jika seorang pemuda yang dibesarkan oleh orang-orang yang sombong, menyukai kemewahan, dan egois, untuk menjadi seperti iu juga.”—Mr. Knightley.

“Sangat tidak adil untuk menilai perbuatan seseorang tanpa mengetahui kondisi mereka yang sebenarnya.”—Emma.

“Ada satu hal, Emma, yang selalu dapat dilakukan seorang pria, jika dia mau, yaitu kewajibannya. Tidak dengan cara merekayasa atau mempermanisnya, tetapi dengan berusaha keras dan penuh tekad untuk menunaikan kewajibannya. Sudah menjadi tugas Frank Churchill untuk memperhatikan ayahnya. Dia menyadari hal itu, tapi jika dia bertekad melakukannya, itu pasti akan dilakukannya. Seorang laki-laki yang mengetahui kewajibannya akan langsung berkata, ‘Aku siap mengorbankan setiap kesenanganku demi Bibi, tapi aku harus segera pergi mengunjungi ayahku. Aku tahu, ayahku akan terluka hatinya seandainya aku tidak berhasil memperlihatkan ungkapan kasih sayangku kali ini. Karena itu, aku akan berangkat besok.’ Seandainya dia berkata seperti itu, dengan nada tegas seperti layaknya seorang laki-laki, tidak mungkin dilarang pergi.”—Mr. Knightley.

“Pemuda (Frank) yang patuh itu lemah kepribadiannya, jika ini merupakan peristiwa pertama untuk menyatakan tekadnya agar tidak tunduk begitu saja pada kemauan orang lain. Seharusnya itu sudah menjadi kebiasaannya saat ini, untuk mendahulukan kewajiban daripada mencari aman. Aku bisa memahami kekhawatirannya sebagai anak kecil, tapi tidak bisa memakluminya setelah dia menjadi laki-laki dewasa. Mengingat dia sudah dapat berpikir secara rasional, seharusnya dia bangkit dan menyingkirkan hal-hal yang tidak patut dihargai dalam kewenangan mereka. Mestinya dia sudah menentang pada kali pertama pasangan Churchill menghalanginya bertemu dengan ayahnya. Seandainya itu dilakukannya sejak dulu, sekarang pasti tidak akan kesulitan.”—Mr. Knightley.

“Ya, Frank Churchill memiliki semua hal yang menguntungkan dengan duduk manis saat seharusnya bertindak, dan memilih hidup santai, serta menganggap dirinya sangat ahli dalam mencari alasan untuk melakukannya. Pemuda itu dapat duduk manis dan menulis surat yang berbunga-bunga, penuh basa-basi dan kebohongan, dan menyakinkan diri bahwa dia jago menggunakan cara terbaik dalam menjaga kedamaian di rumah sekaligus menghalangi hak ayahnya untuk memprotes. Suratnya membuatku jijik.”—Mr. Knightley.

“Sifat Mr. Elton memang tidak sempurna,” jawab Emma, “tapi jika ada tujuan yang hendak dicapai, orang akan memaklumi kelemahannya, dan memang orang akan sangat memakluminya. Jika seseorang berusaha secara setengah-setengah, keberhasilannya tentu tidak terlalu baik. Sifat-sifat dan niat baik Mr. Elton patut dihargai.”—Emma.

“Manusia memiliki kecenderungan untuk membahas mereka yang sedang berada dalam situasi menarik. Seseorang yang masih muda, yang menikah atau meninggal biasanya menjadi bahan pembicaraan yang baik-baik.”

“... saat aku sedang dipenuhi oleh semangat patriotis untuk menjadi warga Highbry. Jangan biarkan aku melupakannya. Yakinlah bahwa ketenaran di mata publik tidak sepadan untuk kehilangan kebahagiaan dalam kehidupan pribadi.”—Frank Churchill.

Emma: “Selain itu, ketertutupannya—aku hampir tidak dapat mendekatkan diri kepada orang yang begitu tertutup.”
Frank: “Itu memang sifat yang buruk. Sering kali membingungkan, tidak diragukan lagi, tetapi tidak pernah menyenangkan. Ada keamanan dalam ketertutupan, tetapi tidak ada menariknya. Seseorang tidak mungkin mencintai orang yang tertutup.”
Emma: “Setelah sifat tertutup itu menghilang, barulah daya tarik diri akan lebih terlihat.”

“Setiap anak muda berbeda-beda ulahnya”—Mrs. Weston.

“Aku tidak tahu apakah memang seharusnya begitu, tetapi hal-hal konyol memang tidak lagi konyol kalau dilakukan oleh orang-orang yang berakal sehat dengan cara bijaksana.”—Emma.

“Orang bisa membuat dua puluh dugaan tanpa menduga dengan tepat...”

“Saat sedang santai, otak yang selalu sibuk bisa terhibur tanpa harus mengharap jawaban.”

Kedua wanita itu saling berpandangan, seakan-akan menyimpulkan, “Pria tidak pernah tahu saat ada yang kotor atau tidak.” Dan, kedua pria itu mungkin sedang berpikir, “Wanita selalu memikirkan hal-hal yang remeh dan mengkhawatirkan yang tidak perlu.”

Namun, tersingkirnya satu kendala ternyata memberi jalan untuk kendala lainnya.

“Seberapa sering kegembiraan hancur akibat perencanaan, perencanaan yang konyol.”—Frank.

“Aku tidak boleh memikirkannya. Aku tahu bahayanya membuat spekulasi semacam itu. Tapi, hal-hal aneh bisa saja terjadi; dan jika kami sudah saling tidak peduli, itu artinya kami terjebak dalam persahabatan yang tidak sehat, padahal aku menghargai persahabatan ini dengan penuh harapan dan kegembiraan.”—Emma.

“Miss Woodhouse yang baik, banyak yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang berani bertindak.”—Mrs. Elton.

“Kita tidak bisa bersikap tidak baik kepada siapapun walaupun mungkin kita mendapatkan perlakuan kurang baik satu jam yang lalu.”—Mr. Knightley.

“Petugas kantor pos menjadi mahir karena terbiasa. Mereka harus mulai dengan kecepatan pandangan dan tangan, dan dengan latihan bisa meningkatkannya. Kalau kau ingin penjelasan yang lebih jauh lagi,” lanjut John Knightley sambil tersenyum, “mereka dibayar untuk itu. Itulah kunci sebagian besar kapasitas tersebut. Masyarakat membayar dan harus dilayani dengan baik.”—Mr. John Knightley.

Mrs. Elton: “Ya, itu mungkin sesuai dengan gagasanmu yang sederhana; aku tahu betapa rendah hatinya dirimu; tapi itu tidak akan membuat teman-temanmu puas kalau kau hanya menerima apa saja yang sedang ditawarkan, lowongan rendahan di tempat biasa, di dalam keluarga yang tidak bergaul dengan kalangan tertentu atau hidup dalam kemewahan.”
Jane: “Kau baik sekali; tapi tentang semua itu, aku sangat tidak pandang bulu; aku tidak menolak orang-orang kaya; kurasa bukan itu yang kukhawatirakan. Keluarga orang baik-baiklah yang seharusnya kucari.”

“Saya kira pikiran kitalah yang lebih banyak memberikan semangat dan kebahagiaan.”—Mr. Weston

“Saya telah banyak mendengar pujian tentang Mr. Frank Churchill, tapi saya adalah tipe orang yang suka menilai sendiri, tanpa terpengaruh oleh orang lain. Saya akan memberi tahu Anda pendapat saya nanti setelah saya bertemu dengan putera Anda dan menilai dia. Saya bukan orang yang gemar memuji.”—Mr. Knightley.

“Insiden semacam itu, yang mempertemukan seorang wanita muda yang cantik dengan  seorang pemuda tampan, dapat memancing gagasan tertentu bagi hati yang beku dan pikiran yang teguh.”—Emma.

“Pertimbangkanlah apa yang akan kau lakukan. Mungkin akan lebih bijaksana jika kau mengendalikan perasaanmu selagi dapat. Bagaimanapun, jangan biarkan perasaan itu menghanyutkanmu terlalu jauh, kecuali jika kau merasa yakin dia juga menyukaimu. Amatilah dia. Biarkanlah perilakunya membimbing perasaanmu.”—Emma.

“Betapa mereka saling cocok. Sangat beruntung, bisa menikah berdasarkan perkenalan yang terjadi di tempat umum. Seingatku, mereka baru saling mengenal sekitar beberapa minggu saja di Bath. Keberuntungan yang aneh, karena biasanya perkenalan yang dilakukan di tempat umum tidak memberikan informasi apa pun tentang sifat orang yang sesungguhnya. Kita baru dapat benar-benar mengenal seorang wanita jika kita berkunjung ke rumahnya, ketika dia bersama dengan orang-orang terdekatnya dan berada dalam lingkungan sehari-harinya. Jika tidak begitu, kau hanya dapat menerka dan untung-untungan... dan biasanya sial.”—Mr. Knightley.

“Ketika seseorang merasa sangat kesakitan, dia tidak dapat merasa bersyukur atas berkah sebaik apa pun yang dia dapatkan.”—Mrs. Bates.

“Ketika seorang perempuan cantik menceburkan diri ke lubang kebodohan,maka sebaiknya dia mati saja; dan ketika dia membiarkan dirinya menjadi seseorang yang tidak menyenangkan, maka dia tidak akan populer.”—Mr. Goldsmith.

“Aku telah terbebas; dan aku harus terbebas dari perasaan tertarik tersebut, mungkin itu merupakan hal yang harus disyukuri begiku dan bagimu. Tetapi tidak demikian dengan Frank, Mrs. Weston. Boleh dibilang, ini kesalahannya sendiri. Apa haknya untuk bersikap pura-pura tertarik dan belum terikat, padahal dia sudah terikat pertunangan? Apa haknya untuk berusaha menyenangkan dan mengistimewakan seorang perempuan muda dengan perhatian-perhatiannya, padahal dia sudah menjadi milik perempuan lain? Memangnya dia dapat memprediksi apa dampak dari perbuatannya? Memangnya dia yakin bahwa aku tidak akan benar-benar jatuh cinta padanya? Sangat salah, perbuatannya itu sangat salah.”—Emma.

Nah, itulah kutipan menarik yang saya ambil dari novel Jane Austen kali ini. Novel Emma ini termasuk salah satu novel favorit saya, dan saya merekomendasikannya untuk para pembaca blog Daily Mocci atau pecinta novel. Semoga kalimat-kalimat di atas bermanfaat sebagai penambah pengetahuan, motivasi, hiburan dan berbagai hal positif lainnya.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Menarik Untuk Disimak